Meningkatkan Pelaporan yang Sensitif Gender di Indonesia

Cabang Asia dari Asian American Journalists Association (AAJA-Asia), bekerja sama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dengan senang hati mengundang para profesional berita dan mahasiswa jurnalisme Indonesia untuk menghadiri peluncuran daring Stylebook for Gender-Sensitive Reporting versi Bahasa Indonesia pada hari Jumat, 11 April 2025. Acara ini akan menampilkan diskusi panel tentang bagaimana jurnalis dapat meningkatkan pelaporan mereka dan lebih baik mewakili dunia kita yang berubah cepat dengan menggambarkan semua gender sebagai pihak yang sama-sama dihargai dan beragam. Acara ini akan diadakan dalam Bahasa Indonesia.

AAJA-Asia adalah organisasi nirlaba yang mewakili komunitas multietnis yang terdiri dari profesional media lokal dan internasional serta mahasiswa jurnalisme yang berkomitmen untuk mendukung pers yang dinamis di kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun 2021, organisasi ini meluncurkan proyek Advancing News Diversity in Asia (ANDA) dengan tujuan untuk mendefinisikan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) dari perspektif Asia dan mendukung upaya untuk meningkatkan keberagaman dan representasi di ruang redaksi dan liputan berita di seluruh Asia.

Anggota AAJA-Asia percaya bahwa misi jurnalisme adalah untuk secara akurat mencerminkan dunia, melaporkan ketidaksetaraan, dan memberikan suara kepada mereka yang tertindas atau tidak terlihat.

Setiap hari, orang-orang di seluruh dunia menghadapi diskriminasi dan penganiayaan karena jenis kelamin, identitas seksual, atau orientasi seksual mereka – namun tidak semua liputan berita memberikan gambaran yang adil dan akurat tentang kelompok-kelompok ini. Dalam berita di seluruh dunia, perempuan dan kaum LGBTQ sering kali diabaikan atau disalahartikan.

Buku gaya penulisan untuk pelaporan yang peka terhadap gender bertujuan untuk membantu jurnalis Asia menggambarkan semua gender sebagai pihak yang sama-sama bernilai dan beragam serta lebih baik dalam merepresentasikan dunia kita yang berubah dengan cepat. Buku ini telah disusun dengan dukungan dari Google News Initiative dan kontribusi dari lebih dari tiga puluh profesional berita dan perwakilan dari kelompok Perempuan dan LGBTQ dari Hong Kong, Indonesia, Filipina, Korea Selatan, dan Singapura, yang disatukan oleh keyakinan bahwa peninjauan terhadap bahasa yang digunakan jurnalis dalam pelaporan mereka membantu mereka untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efektif. Buku gaya penulisan ini diterbitkan dalam bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, Korea, dan Tagalog.

Versi bahasa Indonesia dari stylebook (tersedia untuk diunduh di sini) akan diluncurkan oleh AAJA-Asia di Indonesia, dengan dukungan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), pada pukul 15.00, pada hari Jumat, 11 Juli. Para profesional berita Indonesia yang terlibat dalam desain stylebook akan berbagi motivasi mereka untuk berkontribusi pada proyek ini, tantangan yang mereka hadapi, dan pelajaran yang mereka peroleh dari pengalaman ini. Panelis juga akan berbagi kiat dan saran tentang pelaporan yang peka gender.

Apakah Anda ingin menjadikan gender sebagai topik utama atau sekadar membutuhkan kiat untuk melihat bagaimana gender berperan di Indonesia dan sekitarnya, sesi ini akan membawa Anda melalui dasar-dasar pelaporan yang peka gender, mulai dari mengidentifikasi cerita hingga menemukan sumber hingga memikirkan tentang dampak dan keterlibatan.

RINCIAN ACARA

  • Tanggal: Jumat, 11 Juli 2025, pukul 15.00 hingga 16.00
  • Tempat: Online (tautan untuk hadir akan dikirim melalui email kepada peserta yang terdaftar)
  • Batas akhir pendaftaran: 11 Juli.
  • Tiket: Acara gratis.
  • Pendaftaran: https://bit.ly/AAJA-Asia_AMSI-GenderSensitive_reporting

Mendaftar di sini

PEMBICARA

Prodita Sabarini adalah CEO dan Penerbit The Conversation Indonesia, media daring independen nirlaba yang menyajikan analisis ahli dari akademisi kepada masyarakat umum. Antara tahun 2017 hingga 2022, ia menjabat sebagai Redaktur Eksekutif, yang bertugas sebagai pemimpin redaksi, penggalang dana, dan direktur operasi. Pada tahun 2015, Prodita bersama jurnalis lain menggagas Ingat65, sebuah gerakan penceritaan digital bagi kaum muda Indonesia untuk merenungkan warisan sejarah Indonesia, khususnya pembersihan antikomunis pasca 1965. Ia memulai kariernya di bidang jurnalisme di The Jakarta Post pada tahun 2005.

Purnama Ayu Rizky adalah seorang jurnalis, peneliti, dosen, dan penulis lepas Indonesia yang telah menulis esai, laporan penelitian, dan laporan berita sejak 2010. Tulisan saya dapat ditemukan di beberapa media daring. Saya tertarik pada gender, hak asasi manusia, isu politik, kebijakan publik, dan komunikasi. Saat ini ia menjabat sebagai Redaktur Pelaksana Magdalene.co.

Rio Tuasikal adalah seorang jurnalis Indonesia dengan pengalaman 10 tahun dalam meliput isu politik, gender, dan sosial. Ia juga menulis opini, menjadi moderator forum, dan berkontribusi dalam penelitian tentang gender dan LGBTQ di Indonesia. Pada tahun 2014, ia menerima beasiswa “Jurnalisme yang Lebih Baik untuk LGBTI” dari UNDP dan AJI Indonesia. Ia meraih gelar MA dalam Media dan Komunikasi dari Goldsmiths, University of London, tempat ia meneliti bagaimana komunitas transgender Indonesia membangun solidaritas menggunakan media sosial selama Pandemi COVID-19.

Roni Satria adalah koresponden CNN Indonesia dengan lebih dari 13 tahun pengalaman meliput isu terorisme, bencana, lingkungan, dan korupsi. Ia dikenal karena pendekatan reportasenya yang mendalam dan berani, menjelajahi wilayah terluar Indonesia untuk memproduksi dokumenter yang menyoroti ketimpangan sosial dan budaya yang kerap terabaikan. Saat ini memimpin Affinity Desk CNN Indonesia, Roni membawahi editorial lintas kanal untuk isu internasional, ekonomi, dan gaya hidup.

Mendaftar di sini 

 

Dalam kemitraan dengan: